Markurius, Venus, Bumi, Mars, Jupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus.
Hanya Delapan Planet tersebut yang dinyatakan sebagai Anggota Tata
Surya sekarang. Sedangkan Pluto "Si kecil" telah tereliminasi.
Keputusan itu dinyatakan dalam pertemuan INTERNATIONAL ASTRONOMICAL
UNION (IAU) ke-26 di Praha Republik Ceko (24 agustus 2006) yang
dilakukan dengan voting oleh 424 ahli astronom di seluruh dunia. Dalam
pertemuan Resolusi IAU ke-26 tersebut, juga membahas tentang
penambahan tiga anggota baru tata surya yaitu Ceres, Charon (satelit
(bulan) mayot Pluto), dan 2003 UB313. Namun ketiga calon tersebut
tidak dapat menjadi anggota baru tata surya dikarenakan berada diluar
dari wilayah tata surya (Kuiper Belt). 

Pluto yang ditemukan pada tahun 1930 oleh astronom AS, Clyde Tombaugh
mempunyai ukuran yang paling kecil dengan diameter 2.360 km atau sama
ukurannya dengan  2 kali panjang pulau jawa, memiliki gaya grafitasi
hanya 6% dari bumi, jarak dengan pusat tata surya 5,9 Miliyar Km.
Pluto yang memiliki garis orbit tumpang tindih dengan Neptunus
sekarang statusnya adalah sebagai Dwarf Planet (Planet Kerdil), begitu
juga dengan Ceres, Charon, dan 2003 UB313 berstatus sama dengan Pluto.
Keputusan yang diambil secara voting itu di komentari oleh Dr.Alan
Stern, orang yang memimpin misi ruang angkasa AS untuk Pluto, dengan
berkata kepada BBC News "itu adalah defenisi yang kejam, dan
kecerobohan Ilmiah". Disamping itu, keputusan ilmiah tersebut telah
merubah pengetahuan umum yang selama ini kita ketahui dan menjadi
sejarah baru, karenanya buku-buku tentang Sains, Astronomi dan
Antariksa harus direvisi.